De'bLogS of Jenny Irna..

Not Like the Other.. Jenny is Jenny.. Do What You Want To do, Let God Do the Rest.. Because Him, I Can Stand Up

Lapisan Aplikasi mendefinisikan pesan yang dipertukarkan antar aplikasi dan berdasarkan pesan tersebut melakukan suatu tindakan tertentu. Aplikasi di sini adalah proses yang terdistribusi, baik pada beberapa mesin yang terpisah ataupun mesin yang sama. Setiap proses aplikasi akan menggunakan “user address space”, sehingga untuk dapat berkomunikasi dengan proses lain (yang menggunakan “address space” berbeda) harus melakukan sinkronisasi dengan cara mempertukarkan pesan sesuai dengan format dan aturan yang disepakati. Format dan aturan itulah yang disebut dengan protokol aplikasi. Setiap proses akan memiliki suatu antarmuka yang digunakan untuk “gerbang” masuk dan keluarnya data yang terkirim ke atau diterima dari jaringan. Dari model di atas, biasanya suatu aplikasi jaringan memiliki dua bagian penting, yaitu proses client dan proses server. Pada model client/server ini, mekanisme sinkronisasi dilakukan dengan cara menerapkan request/reply.

1. HTTP
Pada RFC 2616, HTTP didefinisikan sebagai : “The Hypertext Transfer Protocol (HTTP) is an application-level protocol for distributed, collaborative, hypermedia information systems.” HTTP mulai digunakan oleh WWW pada tahun 1990 dengan versi HTTP/0.9. Kemudian, dikembangkan menjadi HTTP/1.0 dengan RFC 1945, dimana pada versi ini, HTTP mendukung dokumen yang diformat MIME. HTTP juga merupakan protokol yang digunakan antara user agent dengan proxy/gateway ke sistem internet lain, misal SMTP, FTP, NNTP, FTP, Gopher dan WAIS. HTTP merupakan protokol aplikasi yang menggunakan protokol TCP untuk layanan transportnya. Di sini HTTP bersifat stateless, artinya pada sisi server tidak memelihara informasi tentang permintaan client sebelumnya. Dilihat dari jenis koneksinya, HTTP menerapkan 2 jenis koneksi,



1. Non-persistent
• diimplementasikan pada HTTP/1.0
• server menerima request, memparsing, memproses dan mengirim hasil proses ke client dan terakhir menutup koneksi.
• Mekanisme seperti ini membutuhkan waktu tambahan, mengingat mekanisme three-way handshake pada protokol TCP seperti pada gambar di samping ini :

2. Persistent
• Untuk menutupi kelemahan non-persistent, pada HTTP/1.1 secara default digunakan jenis koneksi persistent
• pada koneksi TCP yang sama, server menerima permintaan dari client, memparsing dan meresponse ke client, menerima permintaan baru, memparsing dan ...(seterusnya)

Ada dua format HTTP yang harus diikuti oleh client dan server
Format Request dari client :
\r\n
: \r\n
: \r\n

\r\n


Format Response dari server :
\r\n
: \r\n
: \r\n

\r\n



Ada beberapa metode request yang dapat diberikan oleh client pada protokol HTTP :
GET
• Mengambil dan menerima sebuah dokumen
• URL digunakan untuk mengirimkan data
GET /foo/bar.html?x=bar&bam=baz

POST
• Mengirim sebuah form, dan menerima response

HEAD
• Seperti GET, namun hanya menerima header HTTP saja.
Digunakan untuk caching

PUT, DELETE, LINK, UNLINK
• Jarang sekali digunakan
Kode status HTTP yang dihasilkan oleh server dapat dikategorikan sebagai
berikut :

1xx: informational
2xx: successful, e.g. 200 OK
3xx: redirection
301 Moved Permanently
304 Not Modified
4xx: Client Error
400 Bad Request
401 Unauthorized
403 Forbidden
404 Not Found
5xx: Server Error
501 Not Implemented
503 Service Unavailable


Mekanisme Cookie
Pada contoh response dari www.google.com, kita melihat ada HTTP Header Set- Cookie:. Header ini berfungsi untuk memberitahukan client ada informasi yang harus dipelihara (disimpan) untuk kemudian selalu dikirimkan ke server tiap kali melakukan request. Biasanya cookie digunakan untuk authentication atau mengingat user preferences, pilihan user sebelumnya, dsb


Mekanisme HTTP Authentication
Peran yang diberikan dengan adanya HTTP Authentication adalah untuk mengontrol pengaksesan suatu resource di HTTP Server.
● HTTP Authentication bersifat stateless, dimana client harus mengirimkan informasi authorization untuk setiap requestnya
● Field header yang dikirim Server ketika membutuhkan authentication dari client adalah WWW-Authenticate.
● Ketika client menerima header tersebut, client akan mengirimkan authentication dengan memberikan header Authorization: , dimana berisi Base64(username:password).

2. DNS
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulanseperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
Struktur DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
• Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
• Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
- com Organisasi Komersial
- edu Institusi pendidikan atau universitas
- org Organisasi non-profit
- net Networks (backbone Internet)
- gov Organisasi pemerintah non militer
- mil Organisasi pemerintah militer
- num No telpon
- arpa Reverse DNS
- xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.
• Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh:
Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.
• Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

Cara Kerja DNS
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulanseperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
Struktur DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
• Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
• Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
- com Organisasi Komersial
- edu Institusi pendidikan atau universitas
- org Organisasi non-profit
- net Networks (backbone Internet)
- gov Organisasi pemerintah non militer
- mil Organisasi pemerintah militer
- num No telpon
- arpa Reverse DNS
- xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.
• Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh:
Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.
• Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

Cara Kerja DNS
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

3. SMTP
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima. Protokol ini timbul karena desain sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung sementara sampai surat elektronik diambil oleh penerima yang berhak. SMTP bisa dianalogikan sebagai kantor pos. Ketika kita mengirim sebuah e-mail, komputer kita akan mengarahkan e-mail tersebut ke sebuah SMTP server, untuk diteruskan ke mail-server tujuan.
SMTP adalah protokol yang cukup sederhana, berbasis teks dimana protokol ini menyebutkan satu atau lebih penerima email untuk kemudian diverifikasi. Jika penerima email valid, maka email akan segera dikirim. SMTP menggunakan port 25 dan dapat dihubungi melalui program telnet. Agar dapat menggunakan SMTP server lewat nama domain, maka record DNS (Domain Name Server) pada bagian MX (Mail Exchange) digunakan.
Sendmail adalah Mail Transfer Agent pertama yang mengimplementasikan port 25. Kemudian, pada tahun 2001, ada sedikitnya 50 program Mail Transfer Agent yang mengimplementasikan SMTP baik sebagai client maupun sebagai server. Contoh Mail Transfer Agent yang populer adalah: Exim (ditulis oleh Philip Hazel), IBM Postfix, Qmail (ditulis oleh D.J Bernstain), dan Microsoft Exchange Server.
Karena protokol SMTP berawal dari protokol yang benar-benar berbasis teks ASCII, maka SMTP tidak bekerja terlalu baik dalam mengirimkan file-file binary. Standar untuk meng-encode file-file biner agar dapat dikirimkan lewat SMTP dikembangkan dan menelurkan standar-standar seperti MIME (Multipurposes Internet Mail Extensions). Saat ini, hampir semua SMTP server mendukung 8BITMIME, yang dapat mengirimkan file-file biner semudah mengirimkan file teks.

Cara Kerja SMTP
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) didefinisikan dan digunakan dalam Internet untuk mengirimkan electonic mail (E-mail). Cara kerja SMTP mirip yang dilakukan oleh FTP. SMTP menggunakan beberapa spool dan queue. Pesan yang dikirim oleh SMTP akan dikirimkan dalam queue. SMTP akan menghindari membalas pesan dari queue jika dihubungkan ke remote machine. Jika pesan tidak dapat dibalas dengan waktu yang telah ditentukan maka pesan akan dikembalikan ke pengirim atau dipindahkan. Interaksi antara message ke User Agent dan ke Message Transfer Agent hingga diterima oleh Penerima.

4. Telnet
Telnet adalah aplikasi remote login Internet. Telnet digunakan untuk login ke komputer lain di Internet dan mengakses berbagai macam pelayanan umum, termasuk katalog perpustakaan dan berbagai macam database. Telnet memungkinkan pengguna untuk duduk didepan komputer yang terkoneksi ke internet dan mengakses komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Dengan kata lain koneksi dapat terjadi ke mesin lain di satu ruangan,satu kampus, bahkan setiap komputer di seluruh dunia.
Setelah terkoneksi, input yang diberikan pada keyboard akan mengontrol langsung ke remote computer tadi. Akan dapat diakses pelayanan apapun yang disediakan oleh remote machine dan hasilnya ditampilkan pada terminal lokal. Dapat dijalankan session interaktif normal (login, eksekusi command), atau dapat diakses berbagai service seperti: melihat catalog dari sebuah perpustakaan, akses ke teks dari USA today, dan masih banyak lagi service yang disediakan oleh masing-masing host pada di network.
Telnet menggunakan 2 program, yang satu adalah client (telnet) dan server (telnetd). Yang terjadi adalah ada dua program yang berjalan, yaitu software client yang dijalankan pada komputer yang meminta pelayanan tersebut dan software server yang dijalankan oleh computer yang menghasilkan pelayanan tadi.

Tugas dari client adalah:
• Membuat koneksi network TCP (Transfer Control Protocol) dengan server.
• Menerima inputan dari user
• Menformat kembali inputan dari user kemudian mengubah dalam bentuk format standard dan dikirim ke server.
• Menerima output dari server dalam format standard.
• Mengubah format output tadi untuk ditampilkan pada layar.

Sedangkan tugas dari server adalah:
• Menginformasikan software jaringan bahwa komputer itu siap menerima koneksi.
• Menunggu permintaan dalam bentuk format standard.
• Melaksanakan permintaan tersebut.
• Mengirim kembali hasil ke client dalam bentuk format standard.
• Menunggu permintaan selanjutnya.


Telnet adalah program yang memungkinkan komputer host Internet anda menjadi terminal dari komputer host lain di Internet. Dengan ftp anda dapat membuka koneksi hanya untuk mentransfer file. Telnet memungkinkan anda untuk login sebagai pemakai pada komputer jarak jauh dan menjalankan program layanan Internet yang disediakan oleh komputer tersebut.

Sumber:
1. http://faiza-theonlyone.blogspot.com/2009/10/trivial-file-transfer-protocol-tftp.html
2. http://fahmi-abdillah.blogspot.com/2009/10/trivial-file-transfer-protocol-tftp.html
3. www.ilmukomputer.com
4. www.wikipedia.com
5. www.telnet.org
6. Modul Jaringan Komputer- Budi Santoso, S.Kom

0 komentar:

Posting Komentar

AbouT Me

Foto saya
I'm that star up in the sky I'm that mountain peek up high I'm the worlds greatest.. I’m everything I am..

The Timeee...


Wanna Find Blog??

Pengikut